Operator telepon seluler punya cara baru untuk meraih keuntungan (menghisap pulsa) dari konsumen. Dengan berkedok promosi gratis nada sambung dalam periode waktu tertentu, biasanya 1 bulan, padahal setelah lewat 1 bulan pulsa anda otomatis akan dipotong dengan nominal tertentu tanpa konfirmasi hal ini akan terus terjadi di bulan berikutnya apabila anda tidak menonaktifkan layanan ini. Sayangnya fitur untuk menonaktifkan terkadang tidak diberitahukan bersamaan dengan SMS promosi gratis (di awal), bahkan bila disertakan kebanyakan dari kita malah sudah menghapus SMS promosi gratis tersebut dari inbox.
Hal ini bisa di bilang taktik pemasaran kotor yang dilakukan operator selain merugikan konsumen secara ekonomi dengan memotong pulsa tanpa persetujuan bisa pula merusak citra ketika nomor HP konsumen dihubungi orang lain (bayangkan anda sama sekali bukan ABG malah diberikan lagu-lagu cinta seleranya ABG). Saya pun sudah sangat sering membaca keluhan para pengguna telepon selular di berbagai media yang merasakan kerugian dari fitur ini. Apalah daya kita sebagai konsumen berada di posisi yang lemah di negara tercinta ini.
Oleh karena itu saya mengumpulkan informasi bagaimana menonaktifkan layanan penghisap pulsa ini dengan cara paling praktis (via SMS) :
Indosat (IM3, Mentari, Matrix, Starone)
Nama Layanan : i-ring
tarif : Rp. 6.050 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik UNREG kirim ke 808
Telkomsel (As, Simpati, Halo)
Nama Layanan : Nada Sambung Pribadi
tarif As : Rp. 8.250 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
tarif Simpati : Rp. 9.075 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
tarif Halo : Rp. 9.075 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik RING<spasi>OFF kirim ke 1212
XL (Xplor, Bebas, Jempol)
Nama Layanan : Nada Tungguku di pojok kanan pilih RBT Activation
tarif : Rp. 6.050 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik UNSUB kirim ke 1818
Esia
Nama Layanan : Nada Sambung
tarif : Rp. 9.900 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik RING<spasi>UNSUB kirim ke 8888
Three
Nama Layanan : RBT Three
tarif : Rp. 7.700 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik RBT<spasi>UNREG kirim ke 1212
Telkom Flexi
Nama Layanan : Flexitone
tarif : Rp. 8.800 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik RING<spasi>OFF kirim ke 1212
Fren
Nama Layanan : ringgo / MRBT di pojok kiri pilih panduan lalu di bagian bawah pilih Fitur Layanan MRBT Fren Ringgo
tarif : Rp. 9.900 per 30 hari (termasuk PPN 10%)
ketik Ringgo<spasi>Hapus
Categories: lain-lain
Tagged: nada sambung, nada tunggu, ring back tone
29 January, 2008 · 1 Comment
Sebuah perusahaan data recovery professional yang berbasis di Inggris Retrodata mengumumkan bahwa beberapa Apple Macbook memiliki cacat di bagian harddisk-nya. Cacat tersebut yaitu gagal bekerja-nya head Read/Write secara mekanis sehingga head tersebut jatuh menggores platter dimana data berada yang tentu saja akan sangat menyulitkan dalam proses recovery.


Gambar goresan pada platter dan head harddisk yang rusak dari Retrodata
Harddisk yang bermasalah bisa dikenali yaitu Seagate 2.5 inch SATA dengan firmware revisi 7.01. Untuk melihat apakah drive anda termasuk yang bermasalah silakan masuk ke menu About This Mac lalu klik More Info…, (alias system profiler) dan pilih Serial-ATA. Apabila disana anda melihat tulisan ST9 (menandakan drive buatan Seagate) diikuti dengan angka 7.01 (kode versi firmware). SEGERA LAKUKAN BACKUP DATA ANDA.
Tampilan system profiler Macbook dari Deden si Kompiebutut (untungnya bukan harddisk yang bermasalah)
Dari informasi Retrodata sebagaimana dimuat oleh informationweek.com drive yang bermasalah diproduksi di China (tulisan Made in China pada label di permukaan Harddisk) dengan kode ST96812AS dan ST98823AS. Harddisk bermasalah dengan ciri-ciri tersebut sudah diterima sekitar 50 buah oleh pihak Retrodata semenjak 2006 sampai 2007 dan hanya beberapa saja (2 atau 3) yang mampu dikembalikan datanya.
Menurut analisis Retrodata kebanyakan pemilik harddisk mencoba memperbaiki masalah dengan menggunakan MacBook utilities yang sialnya malah menambah goresan lebih banyak di permukaan platter. Retrodata Managing Director Duncan Clarke menyebutkan kebanyakan goresan terjadi di inner track tetapi pada beberapa kasus di outer track (track 0), bila hal ini terjadi harddisk sudah tidak dapat diperbaiki.
Sampai saat ini pihak Apple memberikan komentar akan menyelediki masalah tersebut lebih lanjut dan apabila ada pemilik Macbook yang terkena masalah harap menghubungi bagian layanan purna jual Apple. Yang menjadi masalah sekalipun Apple akan bertanggungjawab, tanggung jawab tersebut kemungkinan besar hanyalah sebatas penggantian harddisk yang bermasalah tidak termasuk pengembalian data (recovery) anda di dalam harddisk tersebut .
Bila anda mempunyai drive yang dengan ciri-ciri tersebut tetapi belum kena masalah, silakan meminta penggantian ke Apple (semoga dikabulkan) karena letak tanggungjawab adalah di pihak Apple biar Apple sendiri yang berurusan dengan Seagate.
Categories: Hardware
Tagged: Apple, Harddisk, Macbook, Seagate
22 January, 2008 · 1 Comment
Mungkin kebanyakan dari para tukang servis PC tidak begitu asing dengan HirenBootCD, sebuah CD berisi kumpulan perangkat lunak mumpuni yang sangat membantu ketika menghadapi PC yang ngadat. Tetapi sayangnya kebanyakan perangkat lunak yang terdapat di dalam HirenBootCD bukanlah perangkat lunak yang legal untuk digunakan tanpa mempunyai lisensinya apalagi bila disebarluaskan. Inilah alasan kenapa kita tidak dapat menemui link download di website resmi HirenBootCD, selama ini rilis terbaru HirenBootCD diperoleh dari media torrent atau apabila cukup beruntung bisa menemukan situs yang memberikan link untuk men-downloadnya.
Tapi sebenarnya sudah lama tersedia alternatif pengganti HirenBootCD yang legal dan bebas untuk didownload maupun disebarluaskan kembali. UltimateBootCD yang berbasiskan Linux mempunyai kemampuan yang tidak kalah bahkan bisa melebihi kemampuan HirenBootCD.

Bagaimana tidak selain dilengkapi tools para tukang servis, UltimateBootCD versi 4.1.1 sudah dilengkapi pula dengan 3 distro Linux sekaligus yang dapat dijalankan langsung dari CD tanpa perlu diinstall, sangat berguna ketika anda sudah cukup akrab dengan dunia Linux.
Categories: Software
Tagged: Linux, Software